Huawei Ascend Mate Review - Part 1

Advertisement
Huawei Ascend Mate Review Dulu jika seseorang menyebut Huawei maka yang terbayang adalah sebuah modem, Huawei memang lebih dikenal sebagai merk modem dengan kualitas sangat baik. Kini mereka bergerak ikut bersaing di pasar smartphone android yang sangat kompetitif namun dengan volume penjualan yang begitu besar.

Walaupun saat ini pasar smartphone android masih dikuasai oleh produsen-produsen ponsel dari korea selatan yang dipimpin oleh Samsung, namun produsen-produsen smartphone asal cina telah membuktikan dalam waktu singkat bisa menguasai teknologi smartphone.

Keberhasilan Samsung dalam membuka pasar baru dalam dunia smartphone android dengan Galaxy Notenya, yang kemudian diikuti oleh LG dengan Optimus G Pro nya. Telah membuka lebar pintu persaingan dipasar celah ini, sehingga produsen-produsen yang lebih kecil mulai melirik pasar baru nan menggiurkan ini.

Huawei Ascend Mate adalah langkah pertama Huawei masuk ke celah pasar yang dipelopori oleh Samsung ini. Namun sebelumnya produsen-produsen ponsel dari cina telah memiliki berbagai jenis smartphone dan tablet android yang kualitasnya walau pun masih banyak yang dibawah rata-rata namun ada juga yang telah bisa disandingkan dengan smartphone-smartphone andalan merk terkenal.

Ascend Mate tampaknya mengambil dasar dari Galaxy Note namun didesain dengan versi yang lebih murah tapi dilengkapi dengan spesifikasi hardware yang cukup tinggi untuk level smartphone dengan harga kelas menengah. Jika mau disandingkan maka lawan yang tepat untuk smartphone ini adalah Galaxy Mega 6.3 yang mempunyai ukuran layar dan spesifikasi yang tidak jauh berbeda dengan smartphone Huawei ini.

Seperti ponsel-ponsel terakhir yang dikeluarkan Huawei, Ascend Mate didukung oleh Chip K3V2 yang mungkin bukanlah teknologi terkini, tapi prosesor Quad core cortex-A9 CPU, dengan kecepatan masing-masing core 1,5 Ghz dan GPU  16 core adalah paduan sama yang mereka benamkan kedalam Smartphone yang menjadi andalan Huawei, Ascend D2. Tenaga pemproses seperti ini seharusnya mampu menjaga smartphone ini berjalan mulus.

Sistem operasi yang digunakan smartphone android Huawei ini adalah android 4.1.2 Jelly Bean, namun tampilannya telah didesain ulang secara keseluruhan termasuk menghilangkan app drawer sehingga antarmuka kelihatan lebih bersih dan sederhana. Widget-widget bawaan Jelly Bean masih dipertahankan

Desain dan Dimensi

Ukuran Ascend Mate adalah panjang 16,35cm, lebar 8,57 cm dan tebal  0,9 mm serta berat 198g, kurang lebih sama dengan dimensi Galaxy mega 6.3, hanya phablet huawei ini sedikit lebih tebal. Bagian sudut-sudut lebih mengkotak dibandingkan dengan Galaxy Mega 6,3.

Dibagian belakang, kualitas finishing cover belakang sangat baik, bagian ini tidak dilapisi dengan cat mengkilat yang dapat dengan mudah meninggalkan bekas sidik jari saat disentuh, sehingga sangat nyaman saat digenggam.

Desain depan Huawei Ascend Mate sangat standar tidak ada ditemukan variasi atau desain-desain kreatif, namun melakukan banyak variasi desain pada ponsel dengan ukuran besar sepertinya akan membuat ponsel ini menjadi kurang sedap dipandang.

Salah satu kelemahan utama pada smartphone dengan ukuran jumbo adalah ketidakpraktisannya kala digunakan dengan satu tangan, namun Huawei telah mengantisipasi hal ini dengan melakukan banyak perubahan pada user interface android sehingga ponsel ini dapat digunakan dengan menggunakan satu tangan.

Layar dilindungi dengan lapisan tahan gores Gorilla Glass dan smartphone android ini tidak menggunakan tombol fisik baik yang mekanik maupun tombol kapasitif, semua kontrol dilakukan dengan tombol on-screen.

Walaupun ukurannya besar, Ascend Mate ini masih muat jika dimasukkan kedalam saku celana, tapi tentu saja ponsel ini akan sangat terasa kehadirannya saat dimasukkan kedalam saku celana bahkan mungkin dapat mengganggu saat berjalan atau bergerak, dudukpun jika ponsel ini berada dalam saku akan terasa kurang nyaman.

Dibagian atas layar speaker utama berada ditempat semestinya ditengah-tengah, disudut kiri terdapat
lampu LED notifikasi, kamera depan berada disudut kanan bersama dengan sensor proximity dan ambient light. Bagian bawah layar tidak terdapat apa-apa karena semua tombol kontrol telah menyatu dengan sistem operasi.
Huawei Ascend Mate - Sisi Kanan

Tombol pengatur volume  dan tombol power berada disisi kanan smartphone ini, diponsel ini tidak
terdapat tombol khusus untuk kamera.

Disisi kiri terdapat slot microSD lengkap dengan penutup pelindungnya. Memori external Huawei Ascend Mate ini mendukung fitur hot-swap, yang artinya memori ini dapat dibuka atau dipasang tanpa mematikan smartphone terlebih dahulu.

Standar 3,5 mm audio jack, slot SIMCard dan mikrofon kedua terletak dibagian atas. Posisi mikrofon kedua ini sangat dekat dengan slot SIMcard jadi pengguna ponsel ini bisa saja salah mengira sebagai slot untuk mengeluarkan SIMCard ditambah lagi dengan adanya gambar simcard tepat diatas lubang mikrofon ini. Cara memasukkan dan mengelurkan SIMCard dari slotnya sama dengan memori eksternal, cukup ditekan untuk memasukkan dan ditekan lagi untuk mengeluarkan, cuman untuk mengeluarkan mungkin butuh bantuan kuku.

Huawei Ascend Mate - Sisi Bawah dan Atas


Port microUSB yang dapat berfungsi untuk transfer data dan untuk pengisian ulang baterai Huawei Ascend Mate ini terletak dibagian bawah bersama dengan mikrofon utama.

Kamera utama 8 MP Huawei Ascend Mate berada dibagian belakang yang ditemani oleh lampu flash LED kemudian dibagian bawah terlihat speaker multimedia ponsel ini.

Huawei Ascend Mate Review - Layar

Ukuran diagonal layar Huawei Ascend Mate 6,1 inci menggunakan  layar LCD yang dilengkapi dengan teknologi IPS dengan resolusi 720 x 1280 piksel yang berarti kerapatan pikselnya sebesar 241 ppi. Spesifikasi layar smartphone Huawei ini mampu mengalahkan spesifikasi layar Samsung Galaxy Mega 6,3.

Teknologi IPS yang digunakan pada layar ponsel ini membuat sudut pandang layar lebih luas sehingga informasi yang ditampilkan dilayar masih dapat terbaca walaupun dilihat dari samping.

Kamera

Huawei Ascend Mate Review - KameraPonsel ini menggunakan kamera 8 MP sebagai kamera utamanya. Resolusi maksimal yang dapat dihasilkan adalah 3264 x 2448 piksel, lampu flash LED tersedia untuk membantu kamera merekam gambar dengan baik pada kondisi cahaya yang kurang.

Interface kamera sangat sederhana, di bagian kanan terdapat tombol switch untuk kamera dan perekam video, Tombol shutter virtual dan shortcut ke Gallery untuk melihat hasil gambar atau rekaman video yang telah diambil. Dibagian kiri terdapat berbagai macam mode gambar, efek warna dan pengaturan kamera.

Pada View Finder terdapat 3 tombol yaitu tombol untuk berpindah dari kamera depan dan kamera utama, tombol untuk mengatur lampu flash dan tombol untuk mengaktifkan atau tidak mengaktifkan fungsi touch focus.

Pada menu setting pengguna dapat mengaktifkan fitur geotagging, red-eye reduction yang akan mencegah mata objek foto menjadi merah saat pengambilan gambar, mengaktifkan gridline pada view finder, white balance, ISO dan scene.

Saat aplikasi kamera dijalankan, tombol volume pada bagian untuk mengeraskan suara berfungsi sebagai tombol shutter fisik, dengan menekan dan menahan tombol tersebut untuk fokus saat dilepaskan kamera akan mengambil gambar.

Perekam video
Kamera utama Ascend Mate dapat merekam video dengan resolusi 1080 piksel pada kecepatan 30 frame per detik, sementara kamera depan 720 piksel  dengan kecepatan 30 fps. Antarmuka pengguna untuk perekam video tidak jauh berbeda dengan antarmuka kamera.

Konektifitas

Smartphone android Huawei ini diluncurkan dengan Quad band 2G/GPRS/EDGE dan penta band 3G, yang artinya pengguna dapat menggunakan ponsel ini dimanapun karena telah mendukung semua jaringan GSM yang ada diseluruh negara. Untuk jaringan 3G ponsel ini telah mendukung HSPDA dan HSUPA di mana pengguna dapat menjelajahi internet pada kecepatan 42Mbps,

Untuk Wifi Ascend Mate telah menggunakan dual-band Wi-Fi a/b/g/n dengan dukungan DLNA, sehingga pengguna dapat dengan mudah memutar file-file multimedia yang dipancarkan dari perangkat yang telah mendukung fitur ini atau mengirim tampilan layar ponsel ini ke perangkat yang telah mendukung fitur DLNA seperti TV.

Ponsel ini telah menggunakan bluetooth versi terakhir 4.0 namun sayang ponsel ini tidak mendukung NFC. microUSB yang dibenamkan pada ponsel ini telah mendukung fitur USB host sehingga pengguna dapat mengkoneksikan ponsel ini dengan flashdisk, mouse dan keyboard USB namun pengguna harus membeli kabel tambahan untuk melakukan hal tersebut.
Advertisement
Huawei Ascend Mate Review - Part 1 | Asti Rahmi | 5

0 komentar:

Posting Komentar