Huawei Ascend Mate Review - Part 2

Advertisement

Sistem Operasi dan User Interface

Sebagai sistem operasi Huawei Ascend Mate menggunakan Android 4.1.2 Jelly Bean sedangkan untuk user interface telah dikostumasi dengan desain sederhana tanpa terlalu banyak merubah antarmuka pengguna buatan Google. Huawei menghilangkan tombol app drawer atau shortcut untuk melihat semua aplikasi yang terinstal pada smartphone ini.


Lockscreen juga telah diubah dengan menggunakan lingkaran di mana ke-empat sisinya terdapat
shortcut, bagian bawah untuk membuka lockscreen, atas untuk menjalankan aplikasi kamera, sebelah kiri untuk membuka aplikasi dialer dan aplikasi pesan teks berada di sebelah kanan. Bagian atas lockscreen ini terdapat waktu dan tanggal standar namun jika ponsel ini sedang menjalankan aplikasi musik, maka widget waktu dan tanggal tersebut berganti dengan tombol kontrol pemutar musik.

Selain dihilangkannya shortcut app drawer tidak ada perubahan yang berarti pada panel Homescreen. Lima shortcut aplikasi berada di bawah yang secara default terdiri dari aplikasi dialer, pesan teks, e-mail, browser dan contact. Kelima shortcut aplikasi ini tentu saja dapat diganti dengan aplikasi lain atau folder sesuai dengan keinginan pengguna ponsel ini.



Huawei Ascend Mate dapat menggunakan sampai 9 panel Homescreen namun secara default hanya terdapat 5 panel yang mana sedikitnya 2 panel akan terisi dengan semua aplikasi yang terinstal pada smartphone android Huawei ini. Dengan dihilangkan-nya app drawer maka semua aplikasi yang dimasukkan ke dalam ponsel ini akan secara otomatis muncul pada salah satu panel Homescreen. Salah satu kelemahan dengan tidak adanya app drawer adalah aplikasi-aplikasi yang jarang digunakan tidak dapat disembunyikan dari panel Homescreen, namun hal ini dapat diatasi dengan mudah dengan membuat folder-folder untuk mengelompokkan aplikasi tersebut.

Untuk mengatur semua panel Homescreen dapat dilakukan dengan melakukan gerakan seperti mencubit (pinch) pada layar atau men-tap dan tahan pada area kosong Homescreen sampai muncul menu pilihan dan tap pada tombol thumbnail yang akan menampilkan preview semua panel layar dan dari sini pengguna dapat menambah, menghapus dan merubah posisi panel-panel Homescreen.
Terdapat beberapa pilihan widget yang semuanya merupakan widget bawaan sistem operasi, Huawei tidak menambahkan widget buatannya sendiri, namun tentu saja pengguna dapat dengan mudah mendownload berbagai widget yang tersedia pada Google Play.

Animasi transisi antara panel-panel Homescreen dapat diakses pada menu yang muncul saat men-tap dan menahan pada bidang kosong panel Homescreen, begitu juga dengan wallpaper, smartphone ini mendukung wallpaper static, live dan scrollable wallpaper. Untuk wallpaper tersedia fitur shake to change wallpaper atau mengganti wallpapper dengan cara menggoyang ponsel atau pengguna dapat menggunakan fitur untuk memilih secara random dan menggantinya pada interval waktu tertentu.
Smartphone android Huawei ini juga menyediakan banyak tema (theme) untuk digunakan. Masing-masing tema akan mengganti Wallpaper Homescreen, Lockscreen, Icon aplikasi atau folder, font, dan suara notifikasi.



Berbagai macam lockscreen juga disediakan ponsel ini, melengkapi lockscreen bawaan android seperti Face Unlock, Pattern, PIN atau password yang masih tetap dapat menjadi pilihan pengguna.
Selain lockscreen, ponsel ini menyediakan berbagai macam icon set yang dapat digunakan pengguna sesuai dengan keinginannya, dari yang sederhana sampai yang didesain sangat menarik.

Bar notifikasi menampilkan 9 tombol dalam satu baris, namun yang tampil saat membuka notifikasi bar hanya 5 tombol, pengguna harus  menggulir tombol-tombol tersebut untuk melihat yang lainnya. Secara keseluruhan tombol akses cepat untuk berbagai keperluan ini ada 15, men-tap pada tombol more akan menampilkan semua tombol.

Ada sedikit perubahan yang dilakukan Huawei pada tombol akses cepat ini yaitu dengan menampilkan tombol untuk mengakses Profil ponsel di mana saat diaktifkan akan menampilkan menu pilihan yang didesain sangat menarik.

Dibawah tombol akses cepat ini terdapat notifikasi standar bawaan sistem operasi, Informasi yang ditampilkan pada notifikasi bar ini dapat diperluas untuk melihat lebih banyak dan menghapus notifikasi tersebut dengan cara menyapu ke kanan atau ke kiri.
Dibagian atas kanan terdapat shortcut untuk menu setting dan shortcut untuk menghapus semua pesan notifikasi yang ditampilkan disini.

Jika aplikasi pemutar musik atau radio sedang aktif, tombol kontrol untuk aplikasi tersebut akan muncul juga pada notifikasi bar ini.

Salah satu perubahan penting yang dilakukan Huawei adalah adanya pilihan untuk menghilangkan tombol on-screen, di mana cara melakukan hal tersebut sama seperti menghilangkan keyboard dari layar dengan menggunakan sebuah icon kecil yang berada di sudut kiri.

Tambahan lain juga yang dilakukan Huawei pada Ascend Mate adalah Power Manager, yang terdiri dari 3 mode yaitu Intelligent, Normal dan Optimum Performance. Pengguna dapat mengatur setiap mode ini, mulai dari aplikasi apa yang dijalankan saat ponsel dijalankan sampai ke aplikasi yang boleh atau tidak boleh berjalan di belakang layar.

Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya salah satu kelemahan smartphone dengan layar besar adalah akan terasa sulit jika ingin mengoperasikan smartphone ini dengan satu tangan. Huawei menjawab kendala ini dengan fitur One Hand Operation di mana dengan fitur ini, tombol untuk membuka lockscreen, aplikasi dialer dan keyboard dapat diposisikan pada tepi kiri atau kanan layar.
Huawei Ascend Mate dilengkapi juga dengan fitur yang mirip dengan fitur Small Apps Samsung, yang disebut Suspend Button. Menu transparan yang berbentuk setengah lingkaran akan tampil saat fitur ini diaktifkan, Fitur ini dapat ditempatkan dikiri atau di kanan layar.

Dalam menu ini terdapat 4 shortcut aplikasi yaitu kalkulator, Gallery, notes dan pesan teks. Aplikasi Gallery dan pesan teks akan tampil sebagaimana biasanya jika dijalankan melalui menu ini, sedangkan kalkulator dan notes akan tampil mengambang di atas aplikasi yang sedang berjalan.

Task switcher atau fitur multitasking bawaan Jelly Bean juga sedikit dikostumasi dengan menambah tombol close pada masing-masing thumbnail aplikasi yang terakhir dijalankan dan tombol untuk menutup semua aplikasi yang sedang aktif di bagian bawah.
Sebagian besar aplikasi  bawaan  android Jelly Bean tidak diubah sama sekali oleh Huawei.  Seperti contohnya aplikasi phonebook  dengan tampilan 3 tab,  pengguna dapat berpindah dari satu tab ke yang lain dengan menggunakan gestur swipe  atau menyapu layar ke kiri atau ke kanan. 

Tab yang berada di tengah berisi daftar semua kontak yang ada pada smartphone ini,  disini yang ditampilkan  hanya foto dan nama, daftar kontak ini dapat di urutan berdasarkan nama depan atau nama belakang. Disebelah kanan terdapat susunan abjad yang apabila salah satu abjad tersebut di tab akan langsung melompat kecontact  yang mempunyai awalan huruf tersebut.

Musik Player


Pemutar musik ponsel ini masih menggunakan bawaan sistem operasi. Saat dijalankan aplikasi ini akan menampilkan 3 lagu terakhir yang dimainkan, di bawahnya terdapat beberapa pilihan yaitu All Song, Favorite, Playlist, Genre, Album dan Folder. Men-tap pada salah satu pilihan tersebut akan mengurutkan lagu sesuai dengan pilihan pengguna dan tampilan pilihan tadi akan berubah menjadi tab-tab di bagian atas.

Video Player

Ascend Mate tidak mempunyai aplikasi pemutar video khusus, Pemutar Video yang tersedia pada smartphone ini hanya pemutar yang telah terintegrasi pada Galeri. Pemutar video ini dapat memutar sebagian besar format video yang telah banyak digunakan seperti, MKV, DivX,AVI, XviD dan format video Microsoft MWV, video resolusi 1080p mampu diputar oleh player video Ascend Mate ini.
Aplikasi ini telah mendukung juga subtitle asalkan file subtitle tersebut berada pada folder yang sama dengan file videonya serta diberi nama yang sama. Layarnya yang besar membuat menonton video klip atau film pada smartphone ini lebih memuaskan.

FM Radio

Radio FM pada smartphone android ini adalah radio standar yang telah umum digunakan pada smartphone lain, pengguna harus memasang headset untuk mendengarkan radio dari ponsel ini karena headset akan berfungsi sebagai antena penerima siaran radio

Kesimpulan

Samsung telah membuka niche baru dalam pasar smartphone dengan  Galaxy Notenya, keberhasilan Samsung ini telah menarik minat produsen-produsen lain untuk ikut mengeluarkan smartphone sejenis. Semakin banyaknya produsen smartphone yang mengeluarkan ponsel yang mengikuti jejak Galaxy Note dengan harga yang lebih terjangkau mau tidak mau membuat Samsung harus bertindak untuk mengamankan pasar Galaxy Notenya.

Peluncuran Galaxy Mega adalah usaha Samsung untuk membawa pengalaman menggunakan "Galaxy Note" dilevel smartphone dengan rentang harga yang lebih terjangkau serta menghadang laju perangkat seperti Huawei Ascend Mate ini.

Jika dilihat dari ukuran layarnya Ascend Mate berada diantara Galaxy mega 5.8 dan Galaxy Mega 6.3 dengan spesifikasi hardware lebih menyerupai Galaxy Mega 6.3 namun dengan harga yang lebih rendah.

Sayang smartphone ini memiliki beberapa kekurangan seperti, ponsel ini tidak dilengkapi dengan fasilitas auto-rotate yang merupakan kekurangan yang sangat fatal karena ponsel-ponsel dengan ukuran layar kecilpun mempunyai fasilitas ini, dengan ukurannya yang telah mendekati tablet dan menawarkan pengalaman menggunakan smartphone dan tablet dalam satu perangkat fitur ini seharusnya menjadi penting. Galaxy Mega 6.3 telah dilengkapi dengan fasilitas ini. Selain itu hilangnya App Drawer mungkin saja akan membingungkan beberapa pengguna yang telah terbiasa menggunakan smartphone android.

Secara keseluruhan Huawei Ascend Mate cukup baik dengan menggunakan prosesor Quad-Core, layar 720 piksel dan kualitas kamera sudah mencukupi dan kapasitas baterai sangat besar yang hanya dapat disaingi dengan tablet 7 inci.
Advertisement
Huawei Ascend Mate Review - Part 2 | Asti Rahmi | 5

0 komentar:

Posting Komentar