Mengapa Anda Tidak Membutuhkan Aplikasi Task killer, RAM Booster dan Anti Virus

Advertisement
Smartphone sebenarnya tidak memerlukan aplikasi penghemat baterai, pembersih cache dan anti virus
Setiap kali ada seseorang yang mengeluh tentang performa smartphonenya yang semakin lambat atau daya
Aplikasi Penghemat baterai
baterai yang cepat habis, coba cek di bagian “running apps” biasanya terlalu banyak aplikasi yang sedang aktif, inilah yang kadang membuat performa smartphone menjadi lambat atau daya baterai terkuras dengan cepat. Disamping itu  sebagian besar smartphone Android telah dibenamkan banyak aplikasi bawaan yang seringkali tidak digunakan oleh penggunanya, aplikasi-aplikasi bawaan ini banyak yang aktif dibelakang layar.  Ditambah lagi pengguna smartphone android banyak yang latah untuk menginstall aplikasi-aplikasi yang sedang populer namun pada akhirnya tidak pernah digunakan lagi setelah terpasang.

Kalo dilihat persamaannya sebagian besar pengguna Android menginstal paling tidak satu aplikasi dalam kategori di bawah ini:

Aplikasi Penghemat baterai

Untuk melaksanakan tugas nya sebagai aplikasi penghemat baterai apps ini harus berjalan di background, yang berarti aplikasi ini tetap aktif dibelakang layar, yang sebenarnya ironis karena dalam melakukan fungsinya aplikasi ini akan menutup aplikasi lain yang tidak aktif untuk menghemat penggunaan daya baterai, namun aplikasi ini secara tidak langsung menguras baterai karena terus- menerus aktif dibelakang layar.

Sebagian aplikasi penghemat daya baterai sebenarnya hanya melakukan apa yang bisa dilakukan semua pengguna android secara manual tanpa harus menggunakan aplikasi yang malah menambah penggunaan daya baterai, disamping itu dalam sistem operasi android juga telah dibenamkan fitur untuk menghemat penggunaan daya baterai dimana fitur ini akan membatasi proses yang berjalan di background untuk menjaga performa dan meminimalkan penggunaan daya baterai.

Pada Android versi 6.0 Marsmallow Google memperkenalkan fitur doze. Fitur ini pada dasarnya akan “menidurkan” aplikasi yang tidak sedang aktif di layar dalam jangka waktu tertentu. Sebagai tambahan, untuk memperpanjang daya baterai sebenarnya cukup memperhatikan beberapa fitur dan service yang sedang berjalan di smartphone, matikan jika tidak diperlukan. (untuk lebih jelasnya baca artikel ini : Cara Menghemat baterai Smartphone Android)

Aplikasi Optimasi RAM dan pembersih cache
RAM atau (Random Access Memory) adalah media penyimpanan khusus dimana berfungsi sebagai tempat penyimpanan data untuk aplikasi yang sedang dijalankan dan untuk sementara waktu data ini akan tetap tersimpan walaupun pengguna telah menjalankan aplikasi yang lain, hal ini berfungsi saat aplikasi pertama tadi dijalankan kembali, aplikasi tidak akan mengulang dari awal tetapi akan dilanjutkan berdasarkan data yang tersimpan di RAM, sehingga aplikasi tersebut dapat langsung digunakan dengan cepat, hal ini sangat penting saat pengguna sedang melakukan multi tasking yaitu menjalankan dua atau lebih aplikasi dalam waktu yang bersamaan.

Aplikasi RAM Booster akan menghapus data aplikasi yang tidak sedang digunakan untuk memperbesar ruang kosong pada RAM, akibatnya aplikasi yang data nya telah dihapus dari RAM saat  dijalankan kembali akan mengulang  dari awal yang berarti akan membutuhkan waktu loading yang lebih lama yang pada akhirnya akan mempengaruhi performa sekaligus  penggunaan daya baterai.
 Aplikasi Optimasi RAM
Untuk smartphone android keluaran lama yang masih menggunakan android versi lama seperti froyo dengan RAM yang hanya sebesar 512 Mb, aplikasi RAM booster sangat berguna karena terbatasnya ruang di RAM. Namun Sistem Operasi Android sendiri saat ini telah mengalami banyak perubahan sejak pertama kali diluncurkan. Teknologi smartphone juga selalu mengalami peningkatan, spesifikasinya naik beberapa tingkat saat generasi baru diluncurkan.

Smartphone android yang beredar di pasaran saat ini sebagian besar telah dibekali dengan kapasitas RAM yang lebih dari cukup. Saat Android versi baru diluncurkan biasanya management memorinya telah mengalami peningkatan, sehingga dapat dikatakan sejak android versi 4.0 Jelly Bean, kita sudah tidak lagi membutuhkan aplikasi RAM booster atau Task Killer, karena android  sendiri sudah dapat memanajemen RAM dengan baik, dengan cara membersihkan data aplikasi yang dalam jangka waktu tertentu tidak digunakan lagi, untuk memberi ruang pada aplikasi yang sedang dijalankan.

Aplikasi Antivirus
Ancaman virus pada smartphone android tidak seserius jika dibandingkan dengan komputer, sistem operasi android belum sekompleks sistem operasi yang berjalan dikomputer disamping itu  para pengembang android senantiasa melakukan perbaikan keamanan yang dikeluarkan setiap bulan.

Aplikasi Antivirus terbaik untuk smartphone sebenarnya adalah penggunanya itu sendiri. Jika saja pengguna mampu menahan diri untuk tidak mengklik attachment dari E-mail dengan pengirim  yang tidak dikenal. Menghindari untuk menginstal aplikasi yang telah dibajak, seperti aplikasi berbayar yang dapat didownload gratis diwebsite tertentu, smartphone akan aman dari virus seperti ponsel nokia monokrom.
Beberapa antivirus menawarkan layanan lain seperti blok telepon dan sms yang masuk, pelacakan lokasi dan pelacakan data yang mungkin menjadi alasan untuk menginstall aplikasi tersebut, namun sebenarnya untuk melakukannya tidak memerlukan aplikasi pihak ketiga, karena android sendiri telah menyediakan fitur-fitur itu.

Dari pada menginstall antivirus lebih baik melakukan pencegahan yang lebih proaktif untuk mencegah masuknya malware ke smartphone android dengan melakukan beberapa hal dibawah ini:
  • Selalu menginstall aplikasi dari Google Play Store.  Walaupun Play Store tidak 100% bebas dari malware namun dapat meminimalkan kemungkinan untuk masuknya aplikasi-aplikasi yang merugikan. Aktifkan fitur “Unknow Source” pada setting/pengaturan.
  • Jika ada aplikasi atau iklan dari sebuah aplikasi yang telah terinstall mengharapkan anda untuk menginstall aplikasi lain, jika kurang meyakinkan dan linknya mengarah kesebuah website bukan pada Play Store abaikan permintaan ini.
  • Perhatikan akses yang akan digunakan aplikasi sebelum menginstall. Sebelum menginstall sebuah aplikasi sebuah pop-up akan muncul untuk memperlihatkan sumber daya apa saja yang akan digunakan oleh aplikasi tersebut, sebagian besar pengguna android kadang tidak memperhatikan hal ini sebelum men-tap pada tombol accept/terima. Sebuah contoh sebuah aplikasi galeri tidak akan memerlukan akses ke Dialer, membaca sms atau kontak, hal-hal seperti ini semestinya mulai untuk diperhatikan, karena aplikasi yang membutuhkan akses ke sumber daya yang tidak ada hubungan dengan fungsinya patut dicurigai.
  • Jika perangkai android sudah terasa lambat dan terdapat aktifitas yang tidak seperti biasanya mungkin itu saat yang untuk mereset ulang perangkat tersebut ke setingan  pabrik.
Sebagian besar aplikasi penghemat baterai, taks killer, booster dan antivirus, mempunyai akses ke sumber daya yang tidak seharusnya. Aplikasi-aplikasi ini biasanya banyak sekali menampilkan iklan dan peringatan tentang kerentanan yang tidak nyata. Jadi jika smartphone anda memiliki aplikasi yang termasuk dalam kategory diatas, kemungkinan besar anda tidak membutuhkannya
Advertisement
Mengapa Anda Tidak Membutuhkan Aplikasi Task killer, RAM Booster dan Anti Virus | Asti Rahmi | 5

0 komentar:

Posting Komentar